Metode Praktis Analisis Kimia Tumbuhan Berkayu
Judul; Metode Praktis Analisis Kimia Tumbuhan Berkayu Penulis: Enih Rosamah Ukuran : x, 55 hlm, Uk: 14x20 cm ISBN : 978-623-02-0774-7 Cetakan Pertama : Maret 20...
| ISBN/SKU | - |
| Penerbit | |
| Stok | ✅ Tersedia (Ready Stock) |
Transaksi Aman & Terenkripsi
Deskripsi Lengkap
Judul; Metode Praktis Analisis Kimia Tumbuhan Berkayu
Penulis: Enih Rosamah
Ukuran : x, 55 hlm, Uk: 14x20 cm
ISBN : 978-623-02-0774-7
Cetakan Pertama : Maret 2020
Sinopsis:
Kayu merupakan bahan baku untuk berbagai industri. Ada industri kayu yang menggunakan kayu dalam bentuk tidak berubah, artinya kayu dikerjakan dan dijadikan barang-barang keperluan sehari-hari atau menjadi bahan konstruksi. Di samping itu ada juga industri yang mengolah kayu tersebut, sehingga bangun dan susunan semula tidak terlihat lagi pada hasil yang diperoleh. Sifat-sifat kayu meliputi sifat fisika umpamanya berat jenis, yang terutama menentukan keteguhan dan sifat-sifat mekanis lainnya; sifat-sifat kimia, misalnya kadar selulosa, kadar lignin dan kadar hemiselulosa serta susunan kimia bahan ekstraktif. Untuk keperluan pemanfaatan industri pengolahan kayu, penting untuk mengetahui sifat-sifat kimia kayu yang dimanfaatkannya. Kayu terdiri dari selulosa (37-52%), hemiselulosa (1439%), lignin (18-37%) dan ekstraktif (1-30%). Ekstraktif ialah senyawa-senyawa dalam kayu yang dapat dipisahkan dengan bahan pelarut netral. Holoselulosa adalah jumlah selulosa dan hemiselulosa. Kandungan setiap komponen dalam kayu bukan hanya dipengaruhi oleh jenis kayu, tetapi dalam satu jenis dan malahan dalam satu jaringan kandungan ini bisa bervariasi. Senyawa anorganik juga terdapat dalam kayu. Jumlahnya hanya sedikit, biasanya tidak melebihi 1%.
Judul; Metode Praktis Analisis Kimia Tumbuhan Berkayu
Penulis: Enih Rosamah
Ukuran : x, 55 hlm, Uk: 14x20 cm
ISBN : 978-623-02-0774-7
Cetakan Pertama : Maret 2020
Sinopsis:
Kayu merupakan bahan baku untuk berbagai industri. Ada industri kayu yang menggunakan kayu dalam bentuk tidak berubah, artinya kayu dikerjakan dan dijadikan barang-barang keperluan sehari-hari atau menjadi bahan konstruksi. Di samping itu ada juga industri yang mengolah kayu tersebut, sehingga bangun dan susunan semula tidak terlihat lagi pada hasil yang diperoleh. Sifat-sifat kayu meliputi sifat fisika umpamanya berat jenis, yang terutama menentukan keteguhan dan sifat-sifat mekanis lainnya; sifat-sifat kimia, misalnya kadar selulosa, kadar lignin dan kadar hemiselulosa serta susunan kimia bahan ekstraktif. Untuk keperluan pemanfaatan industri pengolahan kayu, penting untuk mengetahui sifat-sifat kimia kayu yang dimanfaatkannya. Kayu terdiri dari selulosa (37-52%), hemiselulosa (1439%), lignin (18-37%) dan ekstraktif (1-30%). Ekstraktif ialah senyawa-senyawa dalam kayu yang dapat dipisahkan dengan bahan pelarut netral. Holoselulosa adalah jumlah selulosa dan hemiselulosa. Kandungan setiap komponen dalam kayu bukan hanya dipengaruhi oleh jenis kayu, tetapi dalam satu jenis dan malahan dalam satu jaringan kandungan ini bisa bervariasi. Senyawa anorganik juga terdapat dalam kayu. Jumlahnya hanya sedikit, biasanya tidak melebihi 1%.